Malang, 7 Oktober 2012
Ya, seperti perjalanan nonton konser
sebelum-sebelumnya. Kumpul, rembug, janjian, berangkat. Sama juga dengan
rencana berangkat ke Soundrenaline Kenjeran, awalnya sih cuma "berangkat
yuk", tapi yang namanya groupies pasti ga bakal asik kalau ga
"gerombolan". Kita punya fans club, dan kita pun punya korwil.
Berangkat sama-sama meskipun hanya ke Surabaya itu seperti menjadi satu
keharusan yang sayang sekali untuk dilewatkan. Dan ini sudah kesekian kalinya
untuk kita! Kalau ga salah sudah lebih dari yang kelima, dari dua tahun lalu.
Kita sendiri sampai hapal bagaimana ciri "arek-arek" kalau mau road
to show. Yang pertama, jam karet. Tradisi atau memang sengaja? Ya apapun
alasannya, jam karet itu menjadi pelengkap cerita lah. Antisipasinya sih klasik
aja, janjian kumpulnya dua jam sebelum berangkat. Yang kedua, penunjuk jalan.
Nah yang ini susah-susah gampang. Ada yang tahu benar, ada yang setengah tahu,
ada yang ga tahu sama sekali. Solusinya ya tetap, GPS manual alias tanya ke
orang di jalan. Yang ketiga, identitas. Kalau ada konser yang syarat masuknya
pake KTP atau SIM, pasti ada aja yang ga bawa salah satu bahkan dua-duanya ga
ada! Solusinya? Rahasia! (*,*)
Sabtu pagi, kita berkumpul di tempat
kebesaran, yaitu Wargenbi. Sekitar jam 10 pagi (padahal janjiannya jam 9), saya
dan Mas Bom sampai di Wargenbi. Dan disitu baru ada 2 orang! Lumayan lah. Si
komandan Wargenbi bilang,"Nunggu dua orang lagi trus kita ke Suhat, dari
SKB udah ngumpul dari jam 8 pagi," What? Jam 8 pagi? Slankers apa mau
upacara nih jam 8 pagi udah stand by? Beberapa menit kemudian, dua orang yang
ditunggu pun datang. Beberapa menitnya lagi, kita bersiap menuju tempat
berikutnya untuk berkumpul dengan yang lain. Kalau dihitung, ada sekitar 15
orang yang berangkat ke Kenjeran. Jam udah nangkring di jam 12 siang. Panas itu
pasti, tapi demi nonton Mas-Mas Cakep Dari Potlot, kita rela berpanas-panasan!
Mulailah kita menyusuri sepanjang jalan
Malang-Surabaya. Masuk di Lapindo, lanjut ke Sidoarjo, lancaaarrrr! Sampai di
persimpangan di dalam Surabaya, bingung! Serong atau lurus ya? Akhirnya, karena
jarak antara motor satu sama yang lainnya ga beriringan, beberapa motor memilih
serong, 4 motor sisanya lurus. 4 motor, salah satunya motor Mas Bom! Setelah
jalan beberapa kilometer, rasa ga yakin muncul, bener ga ya jalannya? Disinilah
GPS pun beraksi,"Misi Om, mau nanya nih, arah ke Kenjeran yang mana
ya?"
Lurus, kanan, kiri, ketemu lah kita di
komplek sebelum Kenjeran. Mencari warung nasi untuk melepas lelah. Masih 4
motor yang salah jalan. Eh ternyata motor-motor yang lain ada di belakang kita!
Horeee kita berkumpul lagi! Sampai di area Kenjeran, yang pertama kita lakukan
adalah mencari tempat parkir yang pas kemudian melihat2 suasana. Mencari
teman-teman sesama Slankers dari Kota lain. Saya pun begitu. Bertemu dengan
teman dari Kota lain. Satu teman perempuan yang begitu baik, akrab, dan apa
adanya. Sekedar melepas kangen, tukar cerita, dan berfoto! Setelah puas
melihat-melihat dan bertemu teman, kita pun membeli tiket masuk. Hmm, sudah ga
sabar menikmati konsernya. Masuk lah kita ke venue, cek tiket, cek identitas,
cek i
si tas. Satu hal yang dituju oleh mata saya yang pasti ya panggung!
Panggung megah dengan lighting bagus, tulisan "Rhythm Revival" yang
berdiri tegak di atas panggung menyambut kita semua. Rasanya lelah yang tadi
terhapus begitu saja. Satu per satu band pengisi tampil, Netral, Pas Band,
Andra and the Backbone.
Sekitar jam 10 malam, yang ditunggu-tunggu
pun naik panggung. Slank! Sebagai band penutup tentulah lagu yang dibawakan
lebih banyak dari band-band lain. Total ada 15 lagu yang dibawakan oleh Mas-Mas
Cakep Dari Potlot. Selalu, setiap kali melihat Slank di televisi, menonton
langsung konsernya, yang otomatis saya ingat adalah sagon dari Mas Abdee! Ya,
kue sagon yang diberi Mas Abdee dari tangannya ke tangan saya 6 bulan lalu
masih saya simpan. Really unforgetable! Mas Abdee yang saya kagumi sejak
bertahun-tahun lalu, akhirnya berada pas di hadapan saya, duduk di samping
saya, mengobrol berjam-jam! It was so great!
Lagu demi lagu mengalir terbawa. Sampai
pada lagu Ku Tak Bisa, lagu ini yang dua tahun lalu menjadi "unik" di
telinga saya, karena di akhir lagu pasti ada moment yang begitu manis yang
selalu terulang ketika lagu ini mengalun dari atas panggung. Penampilan Slank
malam itu ditutup dengan lagu Kebyar-Kebyar yang dibawakan bareng dengan semua
band pengisi. Selesai sudah. Satu jam kemudian, kita ber-15 mulai berjalan
meninggalkan area untuk pulang ke Malang. Dan alhamdulillah, menjelang subuh
kita semua sampai dengan selamat.
Thank you Surabaya, thank you Slankers,
thank you Slank, and thousand thank for My Hubby (*,*)V