Jumat, 15 November 2013

Soundrenaline 2012, Kenjeran Park Surabaya

Malang, 7 Oktober 2012


Ya, seperti perjalanan nonton konser sebelum-sebelumnya. Kumpul, rembug, janjian, berangkat. Sama juga dengan rencana berangkat ke Soundrenaline Kenjeran, awalnya sih cuma "berangkat yuk", tapi yang namanya groupies pasti ga bakal asik kalau ga "gerombolan". Kita punya fans club, dan kita pun punya korwil. Berangkat sama-sama meskipun hanya ke Surabaya itu seperti menjadi satu keharusan yang sayang sekali untuk dilewatkan. Dan ini sudah kesekian kalinya untuk kita! Kalau ga salah sudah lebih dari yang kelima, dari dua tahun lalu. Kita sendiri sampai hapal bagaimana ciri "arek-arek" kalau mau road to show. Yang pertama, jam karet. Tradisi atau memang sengaja? Ya apapun alasannya, jam karet itu menjadi pelengkap cerita lah. Antisipasinya sih klasik aja, janjian kumpulnya dua jam sebelum berangkat. Yang kedua, penunjuk jalan. Nah yang ini susah-susah gampang. Ada yang tahu benar, ada yang setengah tahu, ada yang ga tahu sama sekali. Solusinya ya tetap, GPS manual alias tanya ke orang di jalan. Yang ketiga, identitas. Kalau ada konser yang syarat masuknya pake KTP atau SIM, pasti ada aja yang ga bawa salah satu bahkan dua-duanya ga ada! Solusinya? Rahasia! (*,*)
Sabtu pagi, kita berkumpul di tempat kebesaran, yaitu Wargenbi. Sekitar jam 10 pagi (padahal janjiannya jam 9), saya dan Mas Bom sampai di Wargenbi. Dan disitu baru ada 2 orang! Lumayan lah. Si komandan Wargenbi bilang,"Nunggu dua orang lagi trus kita ke Suhat, dari SKB udah ngumpul dari jam 8 pagi," What? Jam 8 pagi? Slankers apa mau upacara nih jam 8 pagi udah stand by? Beberapa menit kemudian, dua orang yang ditunggu pun datang. Beberapa menitnya lagi, kita bersiap menuju tempat berikutnya untuk berkumpul dengan yang lain. Kalau dihitung, ada sekitar 15 orang yang berangkat ke Kenjeran. Jam udah nangkring di jam 12 siang. Panas itu pasti, tapi demi nonton Mas-Mas Cakep Dari Potlot, kita rela berpanas-panasan!

Mulailah kita menyusuri sepanjang jalan Malang-Surabaya. Masuk di Lapindo, lanjut ke Sidoarjo, lancaaarrrr! Sampai di persimpangan di dalam Surabaya, bingung! Serong atau lurus ya? Akhirnya, karena jarak antara motor satu sama yang lainnya ga beriringan, beberapa motor memilih serong, 4 motor sisanya lurus. 4 motor, salah satunya motor Mas Bom! Setelah jalan beberapa kilometer, rasa ga yakin muncul, bener ga ya jalannya? Disinilah GPS pun beraksi,"Misi Om, mau nanya nih, arah ke Kenjeran yang mana ya?"
Lurus, kanan, kiri, ketemu lah kita di komplek sebelum Kenjeran. Mencari warung nasi untuk melepas lelah. Masih 4 motor yang salah jalan. Eh ternyata motor-motor yang lain ada di belakang kita! Horeee kita berkumpul lagi! Sampai di area Kenjeran, yang pertama kita lakukan adalah mencari tempat parkir yang pas kemudian melihat2 suasana. Mencari teman-teman sesama Slankers dari Kota lain. Saya pun begitu. Bertemu dengan teman dari Kota lain. Satu teman perempuan yang begitu baik, akrab, dan apa adanya. Sekedar melepas kangen, tukar cerita, dan berfoto! Setelah puas melihat-melihat dan bertemu teman, kita pun membeli tiket masuk. Hmm, sudah ga sabar menikmati konsernya. Masuk lah kita ke venue, cek tiket, cek identitas, cek i
si tas. Satu hal yang dituju oleh mata saya yang pasti ya panggung! Panggung megah dengan lighting bagus, tulisan "Rhythm Revival" yang berdiri tegak di atas panggung menyambut kita semua. Rasanya lelah yang tadi terhapus begitu saja. Satu per satu band pengisi tampil, Netral, Pas Band, Andra and the Backbone.

Sekitar jam 10 malam, yang ditunggu-tunggu pun naik panggung. Slank! Sebagai band penutup tentulah lagu yang dibawakan lebih banyak dari band-band lain. Total ada 15 lagu yang dibawakan oleh Mas-Mas Cakep Dari Potlot. Selalu, setiap kali melihat Slank di televisi, menonton langsung konsernya, yang otomatis saya ingat adalah sagon dari Mas Abdee! Ya, kue sagon yang diberi Mas Abdee dari tangannya ke tangan saya 6 bulan lalu masih saya simpan. Really unforgetable! Mas Abdee yang saya kagumi sejak bertahun-tahun lalu, akhirnya berada pas di hadapan saya, duduk di samping saya, mengobrol berjam-jam! It was so great!
Lagu demi lagu mengalir terbawa. Sampai pada lagu Ku Tak Bisa, lagu ini yang dua tahun lalu menjadi "unik" di telinga saya, karena di akhir lagu pasti ada moment yang begitu manis yang selalu terulang ketika lagu ini mengalun dari atas panggung. Penampilan Slank malam itu ditutup dengan lagu Kebyar-Kebyar yang dibawakan bareng dengan semua band pengisi. Selesai sudah. Satu jam kemudian, kita ber-15 mulai berjalan meninggalkan area untuk pulang ke Malang. Dan alhamdulillah, menjelang subuh kita semua sampai dengan selamat.
Thank you Surabaya, thank you Slankers, thank you Slank, and thousand thank for My Hubby (*,*)V

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon